selamat datang di ulinnuha1

Kisah seorang anak manusia yang ingin bertahan hidup

Pointing Internet 06/06/2008

Diarsipkan di bawah: Networking — ulinnuha1 @ 5:59 PM

kompas keker pigtail senao
1.GPS 2.Kompas 3.Binocular 4.pigtail 5.Wireless AP 802.11a

6. Antena Grid
7. Notebook, Radio komunikasi (HT), pipa besi , klem pipa.
8. Cable tester, Crimping Tool, konektor RJ45, Kabel power roll, UTP cable.
9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing.
10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel (silicon), rubber 3M, senter (flash light)
11. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet
Survey Lokasi

1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstacle) sepanjang path
3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi. Perhitungkan signal multipath dan adanya cross section signal dari station lain
5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat.

Pemasangan Konektor

1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 atau CNT400 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser. Test kemungkinan short dengan multimeter
6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah), atau isolasi 3 M. Lapisi juga dengan silicon gel
8. Tutup seluruh permukaan dengan isolator karet bakar untuk mencegah air
9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10. Konektor terbaik adalah model hexa (crimp) tanpa solderan dan drat (screw) sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet.

Pembuatan POE

Ini hanya optional, kalo sekarang banyak Access Point yang sudah menggunakan POE. Jadi sudah satu paket dengan Accas Point nya.

1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss dan gunakan adaptor dengan daya (Ampere) lebih besar dari standar bawaan perangkat agar mampu mencapai redaman sepanjang kabel UTP
3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator (silicon) gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter.

Instalasi Antena

Di sini dibahas pemasangan dengan menggunakan tower triangle.

1. Panjat tower tersebut sampai di ketinggian yang di perlukan (minimal 1st freznel zone terlewati terhadap obstacle terdekat). Sebelum memanjat cek kelengkapan alat yang diperlukan untuk instalasi di atas tower, jangan sampai ada yang tertinggal, karena akan merepotkan diri sendiri maupun orang lain ) . Peralatan yang lain seperti grid, radio AP, pipa besi (stang) bisa dibawa langsung atau di tarik menggunakan tali.
4. Pasang antena di pipa besi, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5. Pasang kabel ke Radio AP yang sudah dimasukkan dalam box, rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah.

Instalasi Perangkat Radio

1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna.

Pengujian Noise

1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % – 60 % good, 60 % – 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % – 20 % – 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % – 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

Perakitan Antena

1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan.

Pointing Antena

1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)

Pengujian Koneksi Radio

1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar.
Taken From : Pataka.net and tukangsapu.web.id

 

VOIP 06/06/2008

Diarsipkan di bawah: Networking — ulinnuha1 @ 5:54 PM

Voice Over Internet Protocol atau disingkat VoIP merupakan teknologi yang memanfaatkan Internet Protocol untuk menyediakan komunikasi suara/voice secara elektronis dan real time.

Voice Over Internet Protocol atau disingkat VoIP merupakan teknologi yang memanfaatkan Internet Protocol untuk menyediakan komunikasi suara/voice secara elektronis dan real time.

Berikut beberapa definisi VoIP yang disadur dari berbagai sumber :

  1. metode untuk mengambil sinyal analog audio, yakni sinyal suara yang biasa kita dengar lewat handphone atau telepon rumah, untuk kemudian mengubahnya menjadi data digital sehingga bisa ditransmisikan lewat internet (HowStuffWorks.com)
  2. Proses “routing” percakapan suara melalui internet atau melalui jaringan berbasiskan IP (en.wikipedia.com)
  3. Akronim dari Voice Over IP, dalam bahasa awamnya servis telepon melalui internet (VoIP-info.org)

VoIP atau nama lainnya IP Telephony menyediakan layanan telepon konvensional dengan tambahan fasilitas layanan seperti

ü Voicemail

ü Instant messaging

ü Presence

ü Video conference

ü Webbases control panel: di mana user dapat melihat tagihan (billing),  cCALL Data Record(CDR), dan konfigurasi pribadi(profiling)

Keuntungan VoIP

ü Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya, dengan dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah

ü Memanfaatkan insfratruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa di bangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak di perlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.

ü Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk invoice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampaatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.

ü Memungkinkan di gabung dengan jaringan telepon local yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa di sambungkan dengan PABX yang ada di kantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa

ü Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar. Contoh di indonesia adalah VoIP Merdeka

ü Variasi penggunaan peralatan yang ada, missal dari PC Sambung ke telepon biasa, IP phone handset

Kelemahan VoIP

ü Kualitas suara tidak sejernih Telkom. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kulaitas suara di badingkan jaringan PSTN Konvensional. Namun jika koneksi internet yang di gunakan adalah koneksi internet pita-lebar / broadband seperti Telkom Speedy, maka kulaitas suara akan sejernih- bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus.

ü Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan Voip. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband

ü Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk di sambung ke jaringan milik Telkom

ü Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan.

ü Jika memakai internet dan computer di belakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan

ü Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet

ü Peralatan relative mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP denagn PABX (IP telephony gateway ) relative berharga mahal. Diharapkan dengan semakin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga mulai turun harganya

ü Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur  dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu agar jaringan di perusahaan tidak menjadi penuh akibat pemakian VoIP

ü Penggabungan jaringan tanpa di koordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam system penomoran

 

WI-FI 06/06/2008

Diarsipkan di bawah: Networking — adytya @ 5:53 PM

Pada dasarnya, Wi-Fi (Wireless Fidelity) merupakan sebuah sertifikasi merek dagang yang di keluarkan oleh sebuah perusahaan bernama Wi-Fi Alliance

Menurut Phil Belanger, Wi-Fi adalah kumpulan dari standar yang di dasari oleh spesifikasi IEEE  802.11 dan di gunakan untuk jaringan Lokal Nirkabel/Wireless Local Area Network / WLAN.

Secara teknis operasional, Wi-Fi itu sendiri dapat di artikan sebagai jenis teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada perangkat dan jaringan WLAN. Sedangkan masyarakat umum mengenal Wi-Fi sebagai sebuah radio sehingga pemakaiannya dapat mentransfer data denagn cepat dan aman.

Wi-Fi di buat dengan tujuan untuk membawa kemudahan dan kepraktisan bagi masyarakat pengguna teknologi. Wi-Fi diasosiasikan dengan kebebasan karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentaransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan cafe-cafe yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Wi-Fi membuat masyarakat tidak perlu di repotkan lagi untuk  memasang kabel network.

Hardware dan Cara kerja Wi-Fi

Saat ini, hardware Wi-Fi yang beredar di pasaran berupa PCI,USB,PCMIA, dan Compact Flash.

Wi-Fi memiliki 2 cara kerja atau biasa di kenal dengan mode operasi, yaitu :

  1. Mode Managed

Mode Managed menggunakan titik akses yang berfungsi mengatur lalu lintas data. Titik akses ini berfungsi seperti pusat transfer data. Kelebihan mode ini adalah transfer data lebih cepat, cakupan area yang lebih luas, serta pengaturan dan keamanan data lebih terjamin. Mode ini biasanya di gunakan untuk hotspot wifi dan perkantoran yang memerlukan stabilitas dan keamanan data.

2.    Ad Hoc

Ad Hoc menggunkan koneksi antar device Wi-Fi peer too peer. Kelemahan mode ini adalah bila device Wi-Fi yang terhububg terlalu banyak, transfer data jadi lambat. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi Cuma 2 atau 4, tanpa perlu membeli titik akses.

Keunggulan dan kelemahan Wi-Fi

Keunggulan yang di miliki oleh Wi-Fi antara lain adalah :

ü Memungkinkan Local Area Network untuk di pasang tanpa kabel, hal ini juga sekaligus akan mampu mengurangi biaya untuk pemasangan dan perluasan jaringan. Selain itu juga Wi-Fi dapat dipasang di area yang tidak dapat di akses oleh kabel, seperti area outdoor

ü Wi-Fi merupakan pilihan jaringan yang sangat ekonomis karena harga paket ship Wi-Fi  yang terus menurun

ü Produk Wi-Fi tersedia secara luas di pasaran

ü Wi-Fi adalah kumpulan standard global di mana klien Wi-Fi yang sama dapat bekerja di negara-negara  yang berbeda di seluruh dunia

ü Protocol baru untuk kualitas pelayanan damn mekanisme untuk penghematan tenaga membuat Wi-Fi sangat cocok untuk alat yang bentuknya sangat kecil dan aplikasi yang latency-sensitif (contohnya : suara dan video)

ü Network ini di desiagn untuk punya symmetric up and down speed

Selain memiliki kelebihan, Wi-Fi juga memiliki kelemahan antara lain :

ü Pengguanaan baterai relative lebih tinggi apabila dibandingkan dengan penggunaan standar, sehingga menyebabkan baterai cepat lemah atau habis  (mempersingkat daya tahan baterai) dan menyebabkan panas

ü Bentuk Wireless enkripsi standar yang paling terkemuka , Wired Equivalent Privacy atau di persingkat WEP, telah menunjukkan fakta bahwa ia dapat di hancurkan (dikacaukan sinyal atau frekuensinya) meskipun telah di konfirmasikan secara benar

ü Jaringan Wi-Fi bisa di monitor dan di gunakan untuk membaca dan menduplikasikan data (termasuk di dalamnya data0data pribadi) yang disalurkan melalui jaringan ketika tidak ada akses tertutup, seperti VPN

ü Jika tembok batas akses Wi-Fi tidak terproteksi secara kuat untuk sebatas pada pemakai intern, maka network Wi-Fi bisa di akses bebas berinternet

Keamanan WI-Fi

Kapanpun user berkounikasi melalui internet dengan menggunakan koneksi wireless, user pasti ingin selalu memastikan bahwa komunikasi dan data yang digunakan aman dan terproteksi. Jika tranmisi yang digunakan tidak aman maka hal tersebut akan beresiko pada keamanan e-mail yang berhubungan dengan bisnis, file-file perusahaan, dan bisa juga jaringan serta koneksi internet yang didistribusikan untuk mengirim pesan komunikasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab

Tingkat keamanan dari suatu jaringan internet, tergantung dari bagaimana cara internet tersebut di gunakan Contoh ;

ü Jika user hanya surfing untuk mencari atau menonton film-film tertentu, user mungkin tidak akan terlalu peduli jika seseorang mengambil transmisinya secara diam-diam

ü Jika user bebelanja atau membeli barnag melalui internet, semua transaksi financial biasanya di lindui dengan sebuah teknologi yang bernama Secure Socket Layer(SSL)

 

Microwave Acces 06/06/2008

Diarsipkan di bawah: Networking — adytya @ 5:51 PM

WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh.

Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.

Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau BWA.